LazisMu
Mergangsan pada awal Agustus 2026 ini mulai menyalurkan bantuan air bersih (dropping)
ke Kabupaten Gunungkidul. Penyaluran ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan
dan amanah donatur untuk merespon bencana kekeringan yang melanda Gunungkidul
di puncak musim kemarau.
Gunungkidul
sendiri merupakan daerah langganan kekeringan ekstrem setiap tahunnya pada saat
puncak musim kemarau. Faktor geografis perbukitan dengan batu karst dan akses air
tanah yang terlalu dalam (membutuhkan sumur bor) membuat masyarakat pedesaan sulit
mendapat air bersih.
Menurut
data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di
Agustus ini akan melanda daratan Indonesia mencapai angka tertinggi di 48%.
Saat ini sumur-sumur di Gunungkidul mulai kering dan akses air bersih menjadi
sulit, sehingga masyarakat membutuhkan bantuan dari saudara-saudara
terdekatnya.
LazisMu
Mergangsan bersama dengan pimpinan masjid dan amal usaha Muhammadiyah
se-Kemantren Mergangsan rutin melakukan penggalangan dana untuk membantu
saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang dilanda kekeringan ekstrem. Penggalangan
dana dilakukan setiap minggunya di masjid-masjid Muhammadiyah dan juga secara
nasional untuk mempermudah bantuan masuk ke pedesaan terpencil.
Menurut
Kepala Lazismu Mergangsan, Subandi Rianto, M.A., Penyaluran bantuan air bersih
(droping) ini akan dilakukan dalam beberapa tahap, dengan tahap pertama dimulai
dari yang terdekat Kapanewon Wonosari dan tahap selanjutnya akan meluas ke
daerah-daerah yang dilanda bencana kekeringan ekstrem seperti Panggang,
Purwosari, Saptosari, Paliyan, Ponjong, Semanu, Karangmojo, dan Nglipar.
“Untuk
tahap pertama diawali dari yang terdekat di pinggiran kota, kemudian tahapan
selanjutnya akan menyasar daerah-daerah pedesaan terpencil yang jauh dari pusat
kota. Harapannya bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat.” Ujar Subandi
Rianto.
Penyaluran
air bersih melibatkan jejaring relawan Muhammadiyah, aparatur desa dari tingkat
padukuhan hingga tingkat kapanewon. Penyaluran diprioritaskan untuk warga fakir
miskin dan dhuafa agar menjadi jejaring pengaman sosial di kala bencana
melanda.
Pemerintah
Daerah DIY dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sendiri telah menetapkan status
siaga darurat kekeringan ekstrem. Pemerintah bersama dengan lembaga zakat dan
kemanusiaan seperti LazisMu Mergangsan bahu-membahu meringankan beban
masyarakat dengan bantuan dropping air bersih secara berkala.

0 Komentar